"Mereka mulai tahu proyek kita.." itu yang membuat persahabatan kami bubar seketika. Aku dan sebut saja Ris bersama soulmateku yang lain bergegas menjauh dari tempat biasa kami kumpul. pada dasarnya yang waktu itu memegang kendali adalah aku sendiri, aku tahu tiada yang dapat mengalahkan visiku.. hanya satu kesalahanku.. menghentikan proyek itu dan mulai mengemis kerja di banyak perusahaan bonafit.
Tiada yang tahu mengapa aku menghentikan proyek yang sangat ku sukai, yang bernilai tinggi dan mulai mencari celah kecil sebagaimana kebanyakan orang. Sebenarnya alasanku.. Pada saat-saat sulit itu, aku sangat membutuhkan biaya yang sangat besar untuk proyekku, lalu pikirku pekerjaan akan memberi sedikit luang untuk perkembanganku.
Fakta yang tidak pernah ku sangka bahwa aku terperangkap diantara visiku dan realita.. dimana aku secara tiba-tiba mengubah haluan, dari visioner menjadi follower. Tiada permintaan maaf yang lebih mendalam lagi dari diriku selain memperbaiki pola yang tertanam terlalu dalam.
Awalnya semua berjalan sempurna, sampai tiba-tiba aku bergaul dengan banyak kalangan, dari berlapis2 dimensi budaya.. beragam suku dan ras dengan banyak perbedaan di bidang visi. Tiada yang bakal menyangka.. bahkan diriku, jika bertemu juga dengan kalangan mafia.. mereka bukan teroris, hanya sedikit mataku terbuka lebar bahwa sebagian besar bisnis dikuasai mafia..
Aku tidak terlalu mencurigai bahwa manajemen yang paling kuat di buat oleh mafia, tapi nyatanya itu yang terjadi.. dan aku mulai kembali bangkit untuk melindungi keyakinanku.. goyah? ya.. benar-benar termutasi.. dan aku benci jika tidak bisa melawannya.
Monday, October 19, 2009
Masaku
Posted by subhi darajat at 10:12 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment